blog post

Industri Kreatif Perlu Dukungan Banyak Pihak

KOMPAS.com - Industri kreatif memerlukan dukungan banyak pihak untuk menjadi salah satu pilar perekonomian di Tanah Air. Dari 15 subsektor industri kreatif, desain adalah subsektor yang membuka peluang menjadi lebih baik bekerja sama dengan kemajuan teknologi.

Catatan itu, sebagaimana warta laman intel.com pada Rabu (4/11/2015), mengemuka saat Intel Indonesia menggelar kerja sama dengan desainer fesyen Rinaldy A. Yunardi. Kolaborasi itu menampilkan sebuah teknologi untuk menambah sisi artistik serta mengontrol estetika desain. Sembilan koleksi futuristik dari Rinaldi menghiasi panggung Jakarta Fashion Week (JFW) 2016 dipadukan dengan teknologi Intel Edison yang memungkinkan cahaya LED control pada setiap desainnya dan gerakan motorik pada rancangannya yang bertemakan pièce de la resistance ‘The Lady Warrior’.

Menurut Direktur Pemasaran Intel Indonesia Rini F. Hasbi kerja sama ini mempercepat inovasi untuk membawa fesyen berkelas tinggi ke level berikutnya. "Ini merupakan masa depan," kata Rini sembari menambahkan bahwa kerja sama itu mengedepankan teknologi wereable atau  teknologi masa depan yang menempel di tubuh. 

Teknologi wearable dalam fesyen mulai memperoleh ketertarikan internasional. Hal ini meliputi desain pakaian interaktif, smart textiles, dan wearable microelectronic. 
Rinaldy menambahkan bahwa kerja sama dengan Intel adalah kesempatan baginya untuk menampilkan kontribusi desainer Indonesia dalam perkembangan busana berkelas tinggi.

Sementara, Martin Kurnadi, CEO PT Lattice Teknologi Mandiri, perusahaan system integrator,  yang bekerja sama dengan Intel dan Rinaldy, mengatakan jika inovasi teknologi menawarkan ide-ide otentik yang memenuhi permintaan dari konsumen Indonesia, inovasi tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan. 

Intel Edison adalah sebuah modul unik dengan hardware yang sepenuhnya terbuka dan pengembangan software yang menyediakan sebuah lingkungan yang mudah dan dapat diakses untuk pengembangan produk. Intel Edison dianggap ideal untuk teknologi wearable karena memiliki ukuran prosesor sebesar perangko dengan biaya terjangkau.